Purela Salurkan Bantuan Kesehatan Anak Pascabanjir Sumatra
Purela menyalurkan bantuan dan produk perawatan kulit anak untuk mencegah penyakit pascabanjir di Sumatra melalui kolaborasi dengan Dompet Dhuafa.
Penyerahan simbolis bantuan Purela untuk perlindungan kesehatan anak pascabanjir di Sumatra.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Ancaman masalah kesehatan pascabanjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk pelaku usaha. Keterbatasan akses air bersih serta kondisi lingkungan yang belum pulih membuat para penyintas berada dalam risiko penyakit, terutama anak-anak. Dalam situasi tersebut, Purela, brand perawatan kulit bayi dan anak, mengambil peran dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan yang berfokus pada perlindungan kesehatan kulit anak-anak terdampak bencana.
Kolaborasi ini dilakukan bersama Dompet Dhuafa, yang selama ini aktif dalam respons darurat kebencanaan. Pada akhir 2025, Dompet Dhuafa menerima amanah kebaikan dari Purela berupa uang tunai dan 2.000 produk perawatan kulit anak. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh dr Shindy Putri selaku Pemilik Jenama Purela kepada Etika Setiawanti, Direktur Resource Mobilization Dompet Dhuafa.
Anak-anak merupakan kelompok paling rentan terdampak dampak kesehatan pascabanjir. Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menyebabkan meningkatnya risiko penyakit akibat paparan air kotor, lumpur, dan lingkungan yang tidak higienis. Sejumlah studi kesehatan, termasuk publikasi jurnal Infectious Diseases Society of America Journal dari University of Oxford, mencatat bahwa diare dan infeksi kulit menjadi gelombang penyakit awal yang sering muncul, disusul infeksi saluran pernapasan dalam 10 hari pertama setelah banjir.
“Kami dari Purela itu memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai dan juga memberikan produk untuk anak-anak karena terjadi kelangkaan juga ya untuk sampai ke daerah yang sulit dijangkau terlebih dari anak-anak dari segi ketahanan tubuh dan imunitasnya juga lebih rendah dari kita yang dewasa. Kemudian kulit yang langsung terpapar dengan lumpur, banjir, dan gelondongan kayu itu sangat memiliki potensi yang sangat besar terjangkit penyakit kulit,” kata dr Shindy.
Sebagai brand yang berfokus pada perawatan kulit bayi dan anak, Purela menyalurkan sejumlah produk yang ditujukan untuk menjaga kesehatan kulit penyintas cilik. Produk tersebut antara lain Purela Shooting Baby Cream yang diformulasikan untuk menjaga skin barrier, membantu melembapkan kulit, serta mengurangi keluhan gatal dan kering akibat paparan lingkungan ekstrem. Selain itu, disalurkan pula Calming Baby Cream sebagai alternatif minyak telon untuk membantu melindungi anak dari gangguan serangga, serta Cleansing Gel untuk menjaga kebersihan kulit anak-anak di lokasi pengungsian. Rangkaian produk ini diharapkan dapat membantu mencegah berbagai gangguan kulit yang berpotensi muncul pascabanjir.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 27 Desember 2025 mencatat dampak bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra terus bertambah. Sebanyak 1.138 orang dilaporkan meninggal dunia, 163 orang dinyatakan hilang, dan sekitar 449,9 ribu jiwa harus mengungsi. Kondisi tersebut memperlihatkan kebutuhan mendesak terhadap bantuan logistik, layanan kesehatan, serta perlengkapan kebersihan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu.
Dompet Dhuafa menyampaikan apresiasi kepada mitra kolaborasi yang terlibat dalam respons darurat bencana. Etika Setiawanti menyebut dukungan dari mitra, termasuk Purela, berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan mendesak penyintas di lapangan.
“Terima kasih banyak untuk Purela kami mendoakan keberkahan dan selalu sukses untuk produknya semoga semakin diminati masyarakat terlebih hari ini mendukung dan terlibat dalam bantuan kemanusiaan melalui Dompet Dhuafa untuk para penyintas di Sumatra yang fokusnya adalah pada anak dan ibu yang mana hari ini dengan kondisi yang sangat minim air bersih kemudian listrik juga masih padam sebagian besar dengan kondisi yang mencapai higienis yang ideal juga hari ini sulit maka produk Purela ini sangat dibutuhkan,” ujar Etika.
Sejalan dengan itu, dr Shindy Putri menjelaskan bahwa pihaknya secara aktif mencari mitra penyaluran yang memiliki rekam jejak dan kredibilitas dalam pengelolaan bantuan kemanusiaan.
“Kita harus memberikan bantuan dalam bentuk apapun selama itu bermanfaat dan itu sesegera mungkin. Saya dan tim juga terus melihat perkembangan satu lembaga resmi yang kita melihat masyaAllah cepat sekali aksinya dan InsyaAllah trust dan amanahnya selalu dijaga, jadi kami tergerak untuk bekerja sama bersama Dompet Dhuafa yang InsyaAllah amanah,” sambung dr Shindy.
Langkah Purela dalam kolaborasi ini mencerminkan keterlibatan brand dalam respons sosial yang berfokus pada perlindungan kesehatan anak pascabanjir. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi sektor bisnis dalam mendukung penanganan dampak bencana, khususnya pada fase darurat yang membutuhkan respons cepat dan tepat sasaran.
Video Pilihan dari INFOBRAND TV


