Transpulmin Tekankan Perawatan Suportif Saat Bayi Flu
Transpulmin menekankan pentingnya perawatan suportif bayi flu agar orang tua dapat melakukan penanganan tepat, aman, dan mendukung kenyamanan bayi.
Seminar edukasi Transpulmin.
INFOBRAND.ID, Jakarta - Kesadaran orang tua terhadap kesehatan bayi, khususnya saat menghadapi flu, hidung tersumbat, dan gangguan tidur, terus meningkat seiring bertambahnya akses informasi kesehatan. Pada tahun pertama kehidupan, kondisi tersebut kerap muncul dan menuntut orang tua untuk memahami langkah perawatan yang tepat di rumah. Transpulmin melihat kebutuhan ini sebagai momentum untuk memperkuat edukasi mengenai pentingnya perawatan suportif bayi flu agar penanganan dilakukan secara aman dan sesuai kondisi.
Sebagai bagian dari Menarini Group, perusahaan farmasi global asal Italia, Transpulmin menjalin kolaborasi dengan RS Bunda (BMHS) dan komunitas Supermom. Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan pemahaman ibu mengenai perawatan harian bayi, termasuk kemampuan membedakan kondisi yang masih dapat ditangani di rumah dan kondisi yang memerlukan konsultasi dengan tenaga medis. Melalui pendekatan tersebut, orang tua diharapkan dapat mengambil keputusan dengan lebih tenang dan terukur.
Menurut Lydia Tjahaja, MCH Director Menarini Indonesia, ketenangan ibu merupakan fondasi penting dalam pengasuhan bayi. “Melalui pendekatan yang lebih menyeluruh, kami ingin para ibu tahu bahwa mereka tidak sendirian. Kami hadir sebagai wujud komitmen Menarini untuk mendampingi ibu dan bayi, baik dari aspek kesehatan terutama saat bayi flu maupun kenyamanan emosional ibu,” ujar Lydia dalam siaran pers.
Dalam konteks medis, flu atau common cold pada bayi umumnya bersifat self-limiting atau dapat membaik dengan sendirinya seiring waktu. Oleh karena itu, terapi suportif menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Dr. Mulki Angela, CIMI, Sp.A, Ph.D, Dokter Spesialis Anak di BMHS, menjelaskan bahwa sebagian besar kasus flu pada bayi tidak memerlukan antibiotik.
“Terapi suportif membantu pemulihan melalui hidrasi optimal, istirahat, serta pijatan lembut dengan balsam bayi untuk memberikan kehangatan yang nyaman dan meringankan hidung tersumbat. Orang tua juga harus memahami tanda bahaya seperti napas cepat, demam tinggi berkepanjangan, atau bayi tampak membiru,” jelasnya.
Selain mendukung pemulihan fisik, kenyamanan tidur bayi juga menjadi faktor penting selama masa flu. Gangguan tidur sering kali dipicu oleh hidung tersumbat, yang dapat membuat bayi menjadi lebih rewel. Dr. Liem Hui Ling, M.Biomed, Head of Medical Affairs Menarini Indonesia, menyampaikan bahwa upaya menjaga kenyamanan tidur berperan dalam membantu bayi beristirahat lebih baik.
“Pijatan hangat yang nyaman diharapkan dapat mengurangi rewel dan mendukung bayi tidur nyenyak. Balsam bayi membantu pelepasan uap hangat yang stabil sehingga bayi lebih nyaman sepanjang malam,” jelas dr. Liem.
Dalam praktik perawatan bayi, sejumlah bahan alami kerap dimanfaatkan untuk mendukung kenyamanan tersebut. Eucalyptol dikenal memberikan sensasi hangat yang membantu meringankan sumbatan hidung, sementara chamomile sering digunakan karena aromanya yang menenangkan dan mendukung rutinitas sebelum tidur. Penggunaan bahan-bahan ini umumnya melengkapi praktik pijat bayi yang telah lama dikenal sebagai bagian dari perawatan harian.
Di luar aspek kesehatan fisik, kesejahteraan emosional ibu juga menjadi perhatian dalam diskusi kesehatan keluarga. Berbagai komunitas dan institusi kesehatan memperkenalkan latihan pernapasan, teknik relaksasi, hingga ritual sederhana yang dapat membantu ibu menjaga ketenangan saat merawat bayi yang sedang tidak nyaman. Pendekatan ini menunjukkan adanya keterkaitan antara kondisi emosional ibu dan kenyamanan bayi selama masa pemulihan.
Kombinasi edukasi medis, dukungan emosional, serta perawatan harian yang tepat menjadi dasar penting bagi orang tua dalam menghadapi flu pada bayi. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai perawatan suportif bayi flu, orang tua dapat menjalani fase awal tumbuh kembang anak dengan lebih percaya diri, sementara bayi memperoleh kenyamanan yang mendukung kualitas istirahat dan kesehariannya.


