Rabu, 07 Januari 2026

Follow us:

infobrand
11th INFOBRAND

Transaksi Harbolnas 2025 Tumbuh 17 Persen, Lampaui Target

Transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp36,4 triliun atau tumbuh 17 persen, melampaui target dan didorong kontribusi produk lokal serta tren belanja digital.

Transaksi Harbolnas 2025 Tumbuh 17 Persen, Lampaui Target Ilustrasi pertumbuhan transaksi.

INFOBRAND.ID, Jakarta - Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 mencatatkan kinerja di atas target dengan nilai transaksi mencapai Rp36,4 triliun. Angka tersebut melampaui target awal yang berada pada kisaran Rp33 triliun hingga Rp34 triliun, sekaligus menunjukkan pertumbuhan sebesar 17 persen dibandingkan capaian Harbolnas pada tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan peran Harbolnas sebagai salah satu agenda belanja digital berskala nasional yang berkontribusi pada pergerakan ekonomi domestik.

Harbolnas 2025 diselenggarakan pada 10–16 Desember 2025 dan melibatkan lebih dari 1.300 pelaku usaha. Peserta program berasal dari berbagai segmen, mulai dari pedagang (merchant), toko online, hingga penyedia layanan atau marketplace. Keterlibatan pelaku usaha dalam jumlah besar tersebut memperkuat posisi Harbolnas sebagai wadah kolaborasi ekosistem perdagangan elektronik di Indonesia.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyampaikan bahwa Harbolnas memiliki fungsi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui peningkatan konsumsi masyarakat. “Harbolnas berhasil membuktikan bahwa perayaan belanja dapat menjadi momentum strategis sebagai stimulus dalam meningkatkan konsumsi domestik,” ujar Budi dalam keterangan resmi, dikutip Senin (5/1). 

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1

Salah satu capaian yang menjadi sorotan pada Harbolnas 2025 adalah kontribusi produk lokal. Sepanjang periode penyelenggaraan, produk dalam negeri menyumbang 45,6 persen dari total nilai transaksi, atau setara dengan Rp16,6 triliun. Kontribusi ini meningkat sekitar 3 persen dibandingkan tahun 2024. Data tersebut menunjukkan adanya penguatan peran produk lokal dalam ekosistem perdagangan digital nasional.

Kategori produk lokal yang paling banyak diminati konsumen mencakup fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan diri (personal care), serta makanan dan minuman. Menurut Budi, komposisi transaksi tersebut mencerminkan preferensi masyarakat yang semakin terbuka terhadap produk dalam negeri, khususnya pada platform digital. Kondisi ini sekaligus menggambarkan dinamika permintaan konsumen yang terus berkembang seiring meningkatnya akses dan variasi produk lokal secara daring.

Dari sisi perilaku konsumen, laporan Harbolnas 2025 mencatat adanya pergeseran signifikan dalam cara berbelanja. Fitur belanja langsung atau live shopping menjadi metode yang paling banyak digunakan, dengan tingkat pemanfaatan mencapai 80 persen. Angka ini menunjukkan bahwa konsumen semakin tertarik pada pengalaman belanja interaktif yang memungkinkan komunikasi langsung antara penjual dan pembeli.

Sebaliknya, fitur permainan atau gamifikasi, seperti pengumpulan poin dan aktivitas serupa, diminati oleh sekitar 31 persen konsumen. Sementara itu, fitur lelang atau bid mencatat tingkat minat paling rendah, yakni hanya 7 persen. Data tersebut memberikan gambaran mengenai preferensi konsumen terhadap fitur yang dianggap paling relevan dan praktis dalam proses pengambilan keputusan belanja.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 3

Peran afiliator juga tercatat memberikan kontribusi dalam mendorong transaksi. Sebanyak 54 persen konsumen mengaku melakukan pembelian melalui tautan yang dibagikan oleh afiliator di berbagai platform media sosial. Angka ini menunjukkan bahwa saluran pemasaran berbasis afiliasi masih menjadi salah satu rujukan konsumen dalam berbelanja secara daring.

Ke depan, pemerintah berharap Harbolnas dapat terus berperan sebagai pendorong aktivitas ekonomi, khususnya pada kuartal IV. Program ini dijalankan selaras dengan inisiatif Every Purchase is Cheap (EPIC) Sale dan Belanja di Indonesia Aja (BINA). Secara kumulatif, ketiga program belanja tersebut menargetkan total nilai transaksi hingga Rp110 triliun sepanjang 2025.

“Melalui kombinasi program ini, pemerintah berharap aktivitas ekonomi meningkat signifikan. Pelaku usaha diharapkan memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kapabilitas digital di tengah persaingan perdagangan elektronik yang semakin kompetitif,” kata Budi.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV