Langkah Membumi Blibli Donasikan 100 Ribu Mangrove
Blibli merilis Impact Report Langkah Membumi Ecoground 2025 dengan capaian pengelolaan limbah dan donasi lebih dari 100 ribu mangrove.
Aktivitas Langkah Membumi Ecoground sebagai bagian dari program ESG Blibli Tiket Action.
INFOBRAND.ID, Jakarta - Blibli melalui payung program ESG Blibli Tiket Action merilis Impact Report Langkah Membumi Ecoground 2025 yang memuat capaian dampak lingkungan dan sosial dari penyelenggaraan program keberlanjutan tahunan tersebut. Program Langkah Membumi Ecoground 2025 digelar pada awal November lalu dan menjadi tahun keempat pelaksanaannya sejak pertama kali dijalankan.
Blibli Tiket Action menaungi ekosistem Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma. Dalam laporan tersebut, Blibli mencatat berbagai indikator dampak, mulai dari pengelolaan limbah, efisiensi sumber daya, hingga kontribusi terhadap penyerapan emisi karbon melalui donasi mangrove.
Impact Report Langkah Membumi Ecoground 2025 merekam pelaksanaan acara dua hari yang mengintegrasikan aktivitas olahraga, komunitas, dan gaya hidup berkelanjutan. Acara ini juga menempatkan ruang publik sebagai medium untuk membuka diskusi serta mendorong partisipasi kolektif terkait isu lingkungan.
"Langkah Membumi Ecoground dikemas sebagai sebuah acara keberlanjutan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui empat zona utama di Langkah Membumi Ecoground, Eco Motion, Eco Market, Eco Labs, dan Eco Stage, para pengunjung diajak untuk merasakan langsung bagaimana aktivitas sehari-hari dapat menjadi langkah kecil menuju perubahan besar bagi bumi," ujar Lisa Widodo, COO & Co-Founder Blibli.
Lisa menjelaskan, laporan dampak ini disusun sebagai refleksi bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana. "Ketika ruang publik dirancang dengan lebih bertanggung jawab, maka bisa membantu membangun kebiasaan baru dimulai dari pilihan-pilihan sederhana dalam keseharian," ujarnya.
Mengusung tema Langkah Membumi Ecoground: CollaborAction for the Earth, program ini menekankan pesan bahwa keputusan kecil dalam aktivitas harian, seperti pemilihan material, pengelolaan limbah, dan penyediaan fasilitas publik, memiliki kontribusi terhadap upaya keberlanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Blibli bekerja sama dengan Life Cycle Indonesia (LCI) sebagai mitra dampak keberlanjutan. Kolaborasi ini dilakukan untuk mengukur jejak lingkungan acara melalui pendekatan Life Cycle Assessment (LCA), yang mencakup penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah, serta emisi gas rumah kaca. Penilaian sosial juga dilakukan dengan mengacu pada standar ISO 14075 Social LCA.
"Kolaborasi ini memperkuat komitmen Blibli terhadap tanggung jawab lingkungan dan sosial, meningkatkan transparansi, serta membuka peluang peningkatan kinerja menuju masa depan yang lebih berkelanjutan," kata Lisa.
Selama dua hari penyelenggaraan, seluruh limbah acara berhasil dikelola dan dipilah. Total 187,1 kilogram sampah tercatat tidak berakhir sebagai limbah tak terkelola. Selain itu, penyediaan 12 water refill station menghasilkan distribusi 741 liter air minum dan mencegah penggunaan 1.235 botol plastik sekali pakai.
Dari sisi emisi, total emisi acara tercatat sebesar 94,09 kg CO₂e. Angka ini ditekan melalui pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada, penerapan efisiensi energi, serta praktik repurposing material. Upaya tersebut dilengkapi dengan kolaborasi lintas pihak yang memungkinkan donasi 110.500 pohon mangrove. Dalam periode delapan tahun ke depan, mangrove tersebut berpotensi menyerap hingga 3.635,5 ton CO₂.
Donasi mangrove tersebut berasal dari berbagai partisipasi, antara lain 6.000 pohon dari konversi pembelian tiket oleh pengunjung dengan dukungan Jejakin, 1.000 pohon dari community run bersama Brodo Active, 1.000 pohon dari komunitas cycling WCC Seli, serta 2.500 pohon dari pelari Fresh Track dalam rangka peringatan ulang tahun Ranch Market.
Selain capaian kuantitatif, dampak Langkah Membumi juga tercermin dari survei internal. Mayoritas pengunjung berasal dari generasi muda, dan lebih dari separuh responden menyatakan niat untuk mengubah perilaku keberlanjutan setelah mengikuti Langkah Membumi Ecoground. "Hal ini menegaskan peran pengalaman langsung di ruang publik sebagai pemicu perubahan dari kesadaran menuju tindakan," kata Lisa.
Seiring perkembangannya, Langkah Membumi Ecoground juga berfungsi sebagai ruang temu lintas sektor. Berbagai pihak, mulai dari brand, universitas, pemerintah, komunitas olahraga, UMKM, penggiat lingkungan, kreator konten, hingga masyarakat umum terlibat dalam satu ekosistem kolaboratif.
Komitmen keberlanjutan ini turut diperluas melalui program Langkah Membumi Goes to University, hasil kolaborasi Blibli Tiket Action bersama komunitas Act of Love dan inisiatif keberlanjutan yang diinisiasi oleh Cinta Laura Kiehl. Program tersebut dilaksanakan di Universitas Multimedia Nusantara, President University, dan Universitas Indonesia, serta melibatkan lebih dari 800 mahasiswa.
“Sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi dan berkontribusi. Walaupun kita tidak bisa mengedukasi satu Indonesia, kalau kita bisa berdampak terhadap satu, dua, sepuluh, seratus orang, it will still make a difference. Impact Report Langkah Membumi ini membuktikan bahwa saat satu orang melakukan satu micro habit dan itu dilakukan oleh banyak orang, hal tersebut menjadi ripple effect yang menghasilkan dampak jangka panjang,” ujar Cinta Laura Kiehl.
Pandangan serupa disampaikan oleh Sandiaga Uno, Founder Yayasan Indonesia Setara, yang menekankan pentingnya aksi kolaboratif dalam merespons isu lingkungan. "Penanaman 100.000 pohon dari Yayasan Indonesia Setara bersama Langkah Membumi menunjukkan bahwa satu langkah kecil, jika dilakukan bersama-sama, dapat membawa dampak besar bagi generasi berikutnya," ujar Sandiaga Uno.


